20 Tips Sukses Memulai Usaha Online Shop untuk Pemula
Dua puluh hal yang perlu disiapkan sebelum dan sesudah toko online dibuka, dari niat dan target pasar sampai laporan keuangan, dari pengalaman berjualan sejak 2012.
- Penulis
- Abdurrahim
- Terbit
- 20 Agustus 2026
- Durasi
- 16 menit baca
Seiring perkembangan tren teknologi informasi dan digitalisasi saat ini, banyak usaha telah beralih ke ranah online meskipun usaha offline tetap berlanjut. Usaha online menjadi tren terkini dan terus berkembang pesat karena semakin banyak pengguna ponsel pintar dan koneksi internet yang lancar.
Bisa dikatakan internet punya peranan yang sangat penting bagi sebagian besar orang di dunia saat ini, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan teknologi informasi sepanjang hari. Generasi ini sering disebut generasi Y (milenial) dan generasi Z.
Bayangkan, di dunia yang penduduknya sekitar 7 miliar, jika 40 persen dari mereka menggunakan ponsel pintar dan media sosial secara aktif, itu artinya ada sekitar 2,8 miliar orang yang bisa jadi pelanggan potensial untuk berjualan online di seluruh dunia.
Tidak perlu pergi jauh-jauh. Indonesia dengan 250 juta penduduk adalah tempat yang bagus untuk usaha online shop. Menurut data BKKBN tahun 2014, sekitar 61,12 persen penduduk Indonesia berusia produktif (15 sampai 65 tahun). Jika kita fokus pada usia muda saja (15 sampai 45 tahun), jumlahnya sekitar 40 persen. Berarti ada sekitar 100 juta orang yang jadi target pasar untuk berjualan online.
Angka itu memang perkiraan kasar, tapi setidaknya memberi gambaran bahwa pangsa pasar usaha online sangat menjanjikan. Usaha online dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia hanya dengan jaringan internet.
Buktinya, sekarang banyak pengusaha muda yang sukses bahkan menjadi miliarder dengan memanfaatkan keahliannya di bidang teknologi, seperti membangun startup. Termasuk dengan hadirnya marketplace yang sangat membantu dalam berjualan secara daring.
Berdasarkan pengalaman berjualan online sejak tahun 2012, setidaknya ada 20 tips sukses dalam memulai usaha online shop untuk pemula.
01Niat, tekad, dan passion
Bisnis atau usaha mengandung makna aktivitas yang menyediakan produk yang diinginkan konsumen, yang juga mengandung unsur berguna bagi diri sendiri dan orang lain (Meraih Surga dengan Bisnis, hal. 1, 2013).
Niat kita saat memulai usaha sangat penting. Ada bermacam niat: beribadah, mencari nafkah, mencapai kebebasan finansial, menyiapkan masa depan yang lebih baik, membuka lapangan pekerjaan, dan membantu orang tua. Dengan niat yang baik, semoga usaha kita mendapat berkah dari Allah.
Niat saja tidak cukup. Dibutuhkan tindakan yang pasti dengan tekad kuat untuk menjalankannya, dan menghilangkan pikiran ingin mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan bahwa setiap usaha punya untung dan rugi. Prosesnya tidak secepat membalik telapak tangan; butuh waktu untuk mencapai sesuatu yang besar.
Banyak pengusaha sukses yang bisa dicontoh prosesnya. Salah satunya Elon Musk, CEO Tesla yang juga memimpin perusahaan aerospace dan pengembangan panel surya. Ia bekerja 18 jam sehari selama lebih dari 15 tahun.
Jangan lupakan passion, yaitu kecintaan atau minat yang kuat. Hal ini bisa memberi kekuatan saat kita berusaha. Banyak pengusaha sukses karena minat yang kuat. Passion membuat mereka menikmati pekerjaan, meski sulit dan berliku. Richard St. John menjelaskannya dalam buku 8 Sifat untuk Sukses, dan hal ini pula yang jadi dasar Steve Jobs dalam menjalankan usahanya saat diwawancarai Richard.
Jalan satu-satunya untuk benar-benar merasa puas adalah melakukan apa yang Anda yakini sebagai karya besar. Dan satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda kerjakan.
Steve Jobs
Maka mulailah dengan niat dan tekad kuat untuk berusaha, dan siap menghadapi segala jenis risiko, termasuk pengorbanan waktu, pikiran, dan uang. Tetapkan passion supaya kita selalu bersemangat mengerjakannya.
02Menentukan target pasar
Dalam menjalankan strategi pemasaran, menentukan target pasar adalah hal yang utama. Tanpa pemahaman yang jelas tentang siapa yang jadi target pasar, upaya pemasaran akan sulit berhasil. Target pasar dapat ditentukan berdasarkan beberapa faktor, yaitu demografis, geografis, psikografis, dan perilaku.
Dari segi demografis, kita bisa mempertimbangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan. Misalnya, jika produk yang ditawarkan cocok untuk anak muda, maka pemasarannya kita bidikkan kepada mereka yang berusia 18 sampai 30 tahun.
Dari segi geografis, kita bisa mempertimbangkan lokasi atau wilayah tempat tinggal target pasar potensial. Misalnya, jika suatu produk lebih cocok untuk daerah perkotaan daripada pedesaan, strategi pemasarannya bisa disesuaikan berdasarkan informasi ini.
Dalam psikografis, kita perlu mempertimbangkan gaya hidup, nilai-nilai, minat, dan kepribadian calon konsumen. Informasi ini membantu menentukan bagaimana produk akan diposisikan di pasar dan bagaimana pesan pemasaran disampaikan.
Terakhir, dalam mempertimbangkan perilaku, kita perlu memahami kebiasaan konsumen, pola pembelian, preferensi merek, dan respons terhadap produk atau layanan serupa. Dengan pemahaman yang dalam soal perilaku konsumen, kita dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Berikut contoh target pasar untuk satu produk gaya hidup sehat.
- 01DemografisPria dan wanita usia 25 sampai 40 tahun yang aktif secara finansial dan tertarik pada gaya hidup sehat.
- 02GeografisWilayah perkotaan yang padat penduduk, dekat pusat perbelanjaan dan fasilitas olahraga.
- 03PsikografisPeduli keberlanjutan lingkungan dan kesehatan pribadi, menghargai kualitas produk dan pelayanan, sadar akan pola konsumsinya.
- 04PerilakuAktif mencari produk baru dan senang berbelanja online karena mudah dan nyaman.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, kita bisa menyusun strategi pemasaran yang lebih terfokus untuk mencapai target pasar yang tepat.
03Menentukan produk
Ada dua jenis produk yang bisa kita jual, yaitu produk sendiri dan produk orang lain. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pertama, produk sendiri atau merek sendiri. Di sini proses kreatifnya lebih dominan, dimulai dari menentukan jenis produk, produksi, hingga pemasaran. Keuntungannya, kita menjadi pemilik usaha sendiri yang akan dikenal masyarakat di kemudian hari. Tantangannya, kita perlu punya modal yang dikelola dengan baik, meski tidak berarti modalnya harus besar.
Modal usaha yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan jumlah produksi, yang pastinya menambah omzet penjualan. Mengerjakan sendiri memang bisa melelahkan, tapi juga menantang dan memberi pengalaman yang berharga.
Kedua, produk orang lain. Di sini kita disebut reseller atau dropshipper. Model usaha ini banyak dijalankan di Indonesia dan di dunia. Supermarket, misalnya, menjual produk dari berbagai merek.
Menjadi reseller dan dropshipper semakin mudah sekarang karena barangnya sudah siap dan modalnya lebih hemat. Affiliate marketing bahkan semakin diminati karena lebih mudah dan relevan saat ini, serta tanpa modal. Begitu pula jastip yang sangat populer di kalangan perempuan.
Konsekuensinya, saat menjual produk orang lain kita tidak punya merek sendiri, kecuali nantinya kita kembangkan produk sendiri. Selain itu stok barang bisa habis karena reseller lain sudah memesan lebih dulu.
04Pengadaan modal
Banyak cara mendapatkan modal untuk usaha, seperti memakai uang pribadi atau tabungan, meminta bantuan orang tua, sahabat, bank syariah, atau investor.
Namun lebih baik memulai usaha dengan uang tabungan daripada meminjam dari pihak lain, apalagi dengan bunga, yang dalam syariat Islam termasuk riba.
Memakai modal sendiri juga membantu kita belajar mengelola uang dengan baik. Prosesnya memang lebih lambat, tapi lebih aman. Kalau butuh modal tambahan, kita bisa meminjam dari orang tua, tapi pastikan mengembalikannya, misalnya dengan mencicil setiap bulan dari penghasilan yang didapat.
Selain modal yang sudah disebutkan, yang paling menarik untuk berjualan adalah tanpa modal. Para pengusaha sukses mengatakan usaha bisa dijalankan tanpa modal. Salah satu caranya berjualan online sebagai affiliate marketer, atau bekerja sama dengan vendor dalam pengadaan produk yang bisa dicicil setiap bulan dari hasil penjualan.
05Analisis harga pasar
Dalam menjual produk, kita pasti bersaing dengan produk sejenis. Karena itu penting menganalisis harga barang, membandingkannya, lalu menentukan harga yang tepat, supaya kita tidak merugi karena memasang harga terlalu rendah atau terlalu tinggi dibanding pesaing. Yang terpenting tetap memastikan modal produksi dan kualitas barang.
Buatlah daftar harga produk pesaing untuk menentukan harga yang sesuai dengan biaya produksi dan pemasaran. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa membantu.
- 01Hitung biaya produksiHitung semua biaya produksi, mencakup bahan baku, tenaga kerja, overhead pabrik, dan biaya lain yang terkait dengan produksi produk tersebut.
- 02Teliti pasarLakukan riset untuk mengetahui harga produk serupa di pasaran. Ini memberi gambaran tentang harga yang bersaing.
- 03Tentukan margin keuntunganSetelah menghitung biaya produksi dan mempelajari pasar, tentukan margin keuntungan yang diinginkan. Margin ini harus cukup untuk menutup biaya operasional dan memberi keuntungan yang wajar.
- 04Pertimbangkan nilai tambahKalau produk kita punya nilai tambah atau keunggulan tertentu dibanding produk sejenis, pertimbangkan untuk memasukkannya ke dalam harga jual.
- 05Uji coba dan evaluasiSetelah harga awal ditentukan, uji reaksi pasar terhadap harga tersebut dan evaluasi apakah keuntungannya sesuai yang diinginkan.
06Email, rekening, dan nomor kontak khusus usaha
Salah satu cara terbaik mengelola pesanan dan keuangan adalah memisahkan akun pribadi dan akun usaha. Buat email khusus untuk usaha, tidak perlu berbayar, yang gratis pun cukup. Gunakan rekening bank terpisah untuk keuangan usaha, dan pastikan nomor kontak usahanya berbeda.
Email sangat penting untuk mendaftar di marketplace dan jejaring sosial. Lebih baik menggunakan Gmail karena akan membantu saat terhubung dengan Google Ads, Analytics, dan Google Drive untuk mengelola data penjualan dan pemasaran.
07Pilih marketplace, media sosial, dan jasa pengiriman yang tepat
Namanya usaha online, berarti menjualnya lewat beragam platform online: marketplace yang cocok untuk produknya, media sosial yang sesuai dengan mereknya, dan aplikasi percakapan seperti WhatsApp untuk layanan pelanggan dan menerima pesanan.
Soal marketplace, ada tujuh pilihan yang sangat direkomendasikan. Tidak harus berjualan di semuanya; dua sampai lima marketplace sudah lebih baik.
- Shopee
- Tokopedia
- Lazada
- TikTok Shop
- Zalora
- Blibli
- Bukalapak
Penjelasan lengkap ketujuh marketplace tersebut ada di 7 Marketplace Untuk Usaha Online Shop Terlaris Paling Direkomendasikan.
Untuk media sosial, yang paling baik digunakan saat ini adalah Instagram dan TikTok. Facebook penting untuk mengintegrasikan akun bisnis Instagram, sementara penggunaan YouTube sifatnya opsional.
Pilihlah jasa pengiriman sesuai lokasi gerai terdekat. Beberapa pilihan utama di Indonesia saat ini adalah JNE, SiCepat, Shopee Xpress, J&T, dan AnterAja. Informasi yang lebih lengkap ada di 15 Jasa Pengiriman Terpopuler di Indonesia.
08Kerjakan sekarang, dan fokus
Setelah mengetahui prosesnya, langkah paling penting adalah mengerjakannya sekarang juga, karena pembelajaran dan pengalaman yang sesungguhnya baru terjadi setelah kita melakukannya. Berbagai masalah dan tantangan justru membuat kita lebih kreatif dan lebih kuat.
Fokus sering jadi masalah bagi banyak orang. Manusia tidak bisa fokus pada banyak hal sekaligus. Ada pepatah Sunda yang bilang ‘ulah ngarawu ku siku’, yang artinya jangan meraup dengan siku, maksudnya jangan serakah karena kita tidak akan mampu mengerjakan semuanya. Jadi fokuslah pada satu hal saja. Bill Gates, misalnya, fokus pada perangkat lunak Microsoft, dan jadi orang terkaya di dunia bertahun-tahun.
09Buat foto, video, dan deskripsi produk yang jelas
Untuk menjual produk di marketplace, kita perlu mengunggah foto produk, memberi deskripsi lengkap, dan menambahkan video bila diperlukan.
Foto produk haruslah menarik, jelas, dan detail, karena persaingan di toko online semakin ketat. Konten yang menarik jadi kunci untuk mendatangkan pembeli. Saat ini banyak fotografer yang bisa memotret produk dengan harga terjangkau, baik memakai model lokal maupun asing.
Ikuti pedoman foto produk di marketplace. Pastikan ukurannya 1:1 dan latar belakangnya putih atau abu-abu muda supaya produk terlihat jelas. Gunakan model atau flatlay untuk produk fashion.
Deskripsi produk harus jelas dan detail, mencakup jenis bahan, warna, size chart, fungsi, dan fitur. Kalau yang dijual produk fashion, informasikan juga ukuran pakaian yang dipakai model.
10Gunakan iklan sesuai anggaran
Iklan sangat penting sekarang. Tidak cukup hanya mengunggah produk di Instagram atau marketplace; kita juga perlu iklan untuk mendapat perhatian dan penjualan.
Di setiap marketplace ada beberapa fitur iklan yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan anggaran. Hal yang sama berlaku untuk iklan di media sosial, yang dapat dimanfaatkan secara efektif tanpa harus menghabiskan banyak uang.
Pada Shopee, iklan pencarian dan sejenisnya berdampak besar pada jumlah pengunjung dan penjualan. Di Tokopedia, kita dapat menggunakan TopAds untuk mengiklankan toko dan produk. Jangan lupa gunakan CPAS Shopee yang juga berdampak besar pada penjualan.
Gunakan juga fitur affiliate marketing supaya influencer atau publisher ikut memasarkan produk kita dan meningkatkan penjualan. Mereka akan menerima komisi yang besarnya bisa kita sesuaikan.
11Manfaatkan fitur pemasaran marketplace
Shopee memberi kesempatan kepada penjual untuk meningkatkan penjualan lewat berbagai promo, seperti diskon toko, voucher pembelian baru, voucher follower, dan voucher live shopping. Begitu pula Tokopedia dan marketplace lainnya, yang menawarkan fitur promo yang tidak kalah menarik.
Selain promosi, ada penawaran untuk mendapatkan badge seperti Star Seller dan Mall Seller di Shopee, atau menjadi penjual Pro hingga Official Store di Tokopedia. Ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen, meski kita perlu membayar komisi yang lebih tinggi.
12Kelola media sosial dengan konsisten
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan, kita bukan hanya perlu marketplace, tapi juga perlu membuat konten di media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube.
Konten yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan merek bisa membuat pengikut terkesan. Ini sangat berguna ketika kita memakai iklan untuk menawarkan produk kepada mereka saat sedang menikmati konten.
Secara rutin, kalau ada uang lebih, kita bisa bekerja sama dengan influencer yang sesuai anggaran, baik nano, mikro, makro, maupun besar. Pastikan mereka mengerti merek kita dan punya standar konten yang sama. Tidak perlu mencari influencer dengan pengikut terbanyak, karena belum tentu efektif.
Jangan lupa buat link in bio di Instagram untuk memberi pilihan kanal pemesanan di marketplace yang mereka sukai. Ini memudahkan konsumen membeli produk yang kita tampilkan sebagai konten.
13Gunakan fitur live shopping
Saat ini live shopping sedang populer dalam jual beli online. Banyak merek sukses karena live shopping di Shopee dan TikTok Shop.
Apakah semua merek bisa melakukannya? Belum tentu, tergantung budaya merek, target pasar, sumber daya, dan keuangannya.
Yang jelas, live shopping memengaruhi penjualan. Beberapa merek bahkan melakukannya 24 jam dengan host bergantian setiap dua sampai empat jam.
Bagi yang tidak sanggup sebanyak itu, tipsnya adalah minimal live lima sampai tujuh kali seminggu dengan durasi satu sampai empat jam. Meski tidak 24 jam, tetap berpengaruh pada penjualan dan minat konsumen terhadap merek. Tentukan juga waktu yang paling pas untuk live.
Cara melakukan live shopping dan menghadirkan penawaran promo berbeda-beda, bergantung pada target pasar dan jenis produk yang ditawarkan, apakah fokus pada kualitas atau pada harga. Tujuannya bisa menjual banyak dengan keuntungan kecil, bisa juga menjual sedikit dengan keuntungan besar.
14Catat penjualan
Mencatat penjualan sangat penting. Dari situ kita bisa menganalisis penjualan, pemasaran, efektivitas pasar, biaya produksi, stok, dan keuntungan. Catatannya bisa memakai Microsoft Word atau Excel, tapi lebih disarankan Excel dan spreadsheet.
Bisa juga memakai aplikasi atau perangkat lunak khusus, tapi biayanya lebih mahal dan mungkin tidak efektif untuk sebagian merek.
Saya menyarankan Google Drive dan spreadsheet. Datanya aman disimpan, dapat dibagikan, dan bisa disunting beberapa orang dari komputer berbeda secara online dan seketika.
15Perbarui stok setiap hari
Mengelola dan memperbarui stok produk setiap hari sangat penting. Ketersediaan stok memengaruhi penjualan dan keputusan produksi barang, jadi memantau dan mengelola stok dengan cermat adalah kunci kelancaran operasi usaha.
Dengan menjaga stok tetap optimal, kita dapat memperkecil risiko kehabisan produk yang bisa mengurangi kepuasan pelanggan dan potensi pendapatan. Pembaruan stok yang rutin juga membantu kita lebih tanggap terhadap perubahan permintaan pasar dan tren penjualan, sehingga produksi bisa diatur lebih efisien.
Kalau ada uang lebih, disarankan memakai platform omnichannel seperti Ginee atau Desty. Dengan platform ini, stok otomatis diperbarui di semua marketplace setelah produk terjual.
16Buat laporan keuangan
Laporan keuangan berperan penting dalam memberi informasi kepada pemangku kepentingan tentang kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
Salah satu manfaat utamanya adalah memberi gambaran yang jelas tentang kesehatan finansial suatu usaha. Dengan informasi yang terdokumentasi dengan baik, pemangku kepentingan seperti investor dan kreditor dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi.
Selain itu, laporan keuangan membantu pengelola usaha menganalisis kinerja keuangan sekaligus merencanakan masa depan. Dengan begitu, laporan keuangan jadi landasan yang kuat untuk mengambil keputusan yang tepat guna.
Ada beberapa jenis laporan keuangan yang umum.
- Laporan laba rugi, berisi informasi tentang pendapatan perusahaan beserta semua biaya dan pengeluaran yang terkait.
- Neraca, menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada satu titik waktu tertentu.
- Laporan arus kas, mengungkapkan masuk dan keluarnya kas selama periode waktu tertentu.
17Pastikan pelayanan terbaik
Penilaian konsumen terhadap pembelian produk tidak hanya bergantung pada kualitas dan harga, tetapi juga pada pelayanan yang cepat dan solutif dari penjual.
Perhatikan juga penilaian konsumen di marketplace. Balas ulasan, dan minimal seminggu sekali catat mengapa mereka memberi nilai lima bintang, empat bintang, sampai satu bintang.
Hal itu dilakukan untuk memeriksa dan mengerti bagaimana pelanggan merespons dan apa yang mereka butuhkan dari produk dan merek kita.
Jangan lupakan pentingnya kemasan yang bagus, yang sesuai anggaran tapi tetap membuat paket aman dan rapi saat diterima pembeli.
18Perlukah website?
Untuk memulai, punya website belum terlalu penting. Akun media sosial dan marketplace sudah cukup.
Namun ketika usaha sudah berjalan lancar, sekitar dua atau tiga tahun kemudian, punya situs perusahaan menjadi penting sebagai identitas. Orang akan lebih percaya kepada usaha kita ketika punya situs sendiri, terutama kalau kita pemilik usaha dengan produk dan merek sendiri.
Untuk membuat situs berjualan online, pilihan platformnya WordPress, Shopify, Plugo, atau dibangun sendiri dengan AI. WordPress dan Shopify punya banyak desain yang bagus, namun biayanya tidak murah. Alternatifnya, kita dapat memilih Plugo untuk solusi yang lebih mudah dan sederhana.
Salah satu hal penting dari situs merek adalah kesan profesional dan kepercayaan konsumen, terutama dalam kasus pesanan dalam jumlah besar atau pesanan korporat.
19Belajar dan analisis data
Belajar sangat penting untuk mengembangkan usaha online shop. Belajar bisnis bisa dari buku, video, dan podcast, bahkan dari pebisnis lain. Analisis data juga krusial untuk mengambil keputusan strategis. Di masa sulit seperti pandemi, belajar dan menganalisis dari sisi pemasaran, keuangan, produksi, sumber daya manusia, dan kerja sama vendor sangatlah vital.
20Bergaul dan bekerja sama dengan pengusaha online lain
Sebagai manusia yang hidup berkelompok, kita perlu saling mengenal dan bekerja sama, termasuk dalam usaha online shop. Berdiskusi dan mendukung sesama pengusaha online adalah hal yang wajar.
Mungkin ada yang tidak suka bergaul, tapi kadang kita perlu melakukannya meski tidak sesering orang yang memang suka bergaul. Ini membantu kita melihat dan menilai usaha sendiri dengan lebih bijak, lewat saran dan kritik dari pengusaha online shop lainnya.
Selain 20 tips di atas, masih banyak hal lain yang bisa diperhatikan supaya jualan online semakin meningkat. Faktor internal dan rezeki masing-masing juga berpengaruh besar. Belajarlah bersabar dan bersyukur dalam berusaha supaya lebih berkah.