Authentic Indonesian Modeof Individual Minds

Ilmiah

5 Kecerdasan Emosi dan Kaitannya dengan Kesuksesan

Emosi bukan cuma marah. Lima dasar kecerdasan emosi menurut Goleman, dan kenapa ia ikut menentukan sejauh mana seseorang berhasil.

Penulis
aimoim
Terbit
20 Juli 2026
Durasi
7 menit baca
Bagikan

Saya kadang suka terpancing, Teh. Sudah tahu bensin naik, tapi penumpang seolah-olah pura-pura tidak mengerti. Apa iya mereka bodoh? Dari penampilan seolah-olah yang terpelajar. Banyak yang ngeyel, saya jadi emosi.

Seorang sopir angkot, pinggiran kota Bandung

Ia berkata begitu beberapa saat setelah reda dari marah-marah dan berucap kasar, serta melarikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.

Emosi bagi kebanyakan orang merupakan luapan perasaan yang meledak-ledak, atau dengan kata lain, marah. Orang yang emosional sering digambarkan sebagai orang yang gampang marah, sering berbicara dengan nada tinggi, kadang tangan pun ikut bergerak jika kata-katanya kalah. Lalu bagaimanakah sebenarnya emosi itu, dan bagaimana kaitannya dengan hidup yang sukses? Mari kita coba lebih mengerti.

Emosi berarti bergerak keluar

Secara etimologis, emosi berasal dari bahasa Prancis émotion, yang berasal dari kata émouvoir (kegembiraan), yang merupakan turunan dari bahasa Latin emovere: gabungan dari e- yang artinya ‘luar’ dan -movere yang artinya ‘bergerak’. Dapat disimpulkan bahwa emosi berarti ‘bergerak keluar’.

Daniel Goleman dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Dengan kata lain, emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Goleman juga menyebutkan ada ratusan emosi yang dimiliki oleh manusia. Atas keberagaman jenis emosi tersebut, ia membaginya menjadi delapan jenis: amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, dan malu. Jadi ternyata emosi bukan saja perasaan marah, tapi juga semua perasaan dan ekspresi yang bergerak keluar dari dalam tubuh manusia.

Kaitannya dengan hidup yang sukses

Hubungan antara emosi dan hidup yang sukses ditunjukkan dengan teori Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional. Menurut teori ini, keberhasilan seseorang tidak bergantung pada tingkat kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) saja, melainkan juga EQ yang tinggi.

Emosi tidak hanya membuat kemampuan kita bertambah, tapi juga dapat mencabut seluruh kehebatan kita.

Ada banyak pendapat mengenai kecerdasan emosional. Menurut Mayer dan Salovey, kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan.

Sementara itu Bar-On (2000) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi, dan kemampuan-kemampuan yang memengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.

Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Lima dasar kecerdasan emosi dan sosial

Goleman memperkenalkan lima dasar kecerdasan emosi dan sosial berikut.

  1. 01Kesadaran diriMengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri; memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.
  2. 02Pengaturan diriMenangani emosi sedemikian rupa sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas; peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran; mampu pulih kembali dari tekanan emosi.
  3. 03MotivasiMenggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun menuju sasaran, membantu mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif, serta bertahan menghadapi kegagalan dan frustrasi.
  4. 04EmpatiMerasakan yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya, dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang.
  5. 05Keterampilan sosialMenangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi serta jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; menggunakan keterampilan ini untuk memengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, serta bekerja sama dalam tim.

Ciri orang dengan kecerdasan emosional tinggi

Dari kelima dasar tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi mempunyai ciri-ciri berikut.

  1. 01Fokus pada hal-hal yang positifKetika menghadapi masalah, mereka bersikap positif, dan sikap itu membawa kepada solusi yang tepat. Mereka sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah.
  2. 02Meninggalkan yang negatif, berkumpul bersama yang positifBerkumpul dengan orang yang suka mengeluh dan mengumpat secara tidak langsung menghabiskan energi yang mendengarkannya. Orang dengan EQ tinggi memilih berkumpul dengan orang yang berpikiran positif dan penuh semangat, supaya ketularan hal positif itu.
  3. 03AsertifAsertif merupakan sikap tegas dalam mengemukakan pendapat tanpa harus melukai perasaan lawan bicara. Mereka tahu betul kapan harus bicara, dan selalu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.
  4. 04Visioner dan siap move onMereka tidak berlarut-larut dengan kegagalan di masa lalu. Bagi mereka kegagalan adalah pelajaran yang penting diambil hikmahnya untuk kemudian mengambil langkah yang tepat di masa depan. Orang dengan EQ tinggi sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya ke depan.
  5. 05Tahu cara membuat hidup lebih bahagia dan bermaknaDi mana pun mereka berada, mereka membawa kebahagiaan ke sekelilingnya. Tanpa disadari, pribadi yang gampang bersyukur akan lebih mudah bahagia dan selalu ingin membantu orang-orang sekitarnya. Bagi mereka, berhasil membantu orang lain membawa kebahagiaan bagi dirinya.
  6. 06Tahu cara mengeluarkan energi secara bijakMereka tidak mengeluarkan energi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan membuang waktu; mereka fokus pada tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain.
  7. 07Terus belajar dan berkembangMereka sadar bahwa mereka bukan apa-apa. Bagi mereka belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal baru dan berani mencoba berbagai tantangan yang membuat mereka berkembang. Salah satu jalannya yang paling murah adalah membaca. Kritik dan saran dari orang lain dipertimbangkan sebagai referensi untuk mengambil keputusan dan menentukan langkah selanjutnya.

Kita harus menyadari betapa pentingnya pengaruh emosi terhadap kesuksesan kita, baik dalam kehidupan pribadi maupun karier. Emosi kita tidak hanya memengaruhi diri kita sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita.

Ada hubungan timbal balik antara perilaku kita dan perilaku orang lain. Kecerdasan emosional bukan hanya meningkatkan diri kita sendiri, tetapi juga ikut membangun orang-orang di sekitar kita.

Jika kita semua memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, kita dapat mencegah konflik-konflik seperti yang sering terjadi antara sopir dan penumpang angkot. Mari tingkatkan kecerdasan emosional kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kita semua.

Tulisan berikutnya