Ilmiah

10+ Jenis Bawang Paling Banyak Digunakan di Dunia Beserta Manfaatnya

Empat belas jenis bawang yang paling banyak dipakai di Indonesia dan dunia, apa yang membedakannya, dan apa saja yang terbukti berguna dari isinya.

Penulis
Abdurrahim
Terbit
3 November 2023
Durasi
16 menit baca
Bagikan

Bawang termasuk genus Allium, kelompok tumbuhan berumbi lapis yang dipakai sebagai sayuran sekaligus bumbu utama di hampir semua dapur dunia. Sejarah pemakaiannya panjang, dan alasannya selalu sama: rasa dan aromanya khas, dan isinya baik untuk tubuh.

Di dapur, bawang dipakai utuh, dicincang, dihancurkan, atau dihaluskan. Dalam masakan Asia, termasuk Tiongkok, India, dan Indonesia, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai jadi dasar hampir semua bumbu.

Yang membuatnya lebih dari sekadar penyedap adalah isinya. Bawang mengandung senyawa belerang, flavonoid, dan antioksidan yang membantu melawan peradangan, menopang daya tahan tubuh, dan menjaga jantung serta pembuluh darah. Sifat antimikrobanya juga sudah lama dikenal.

Di luar dapur, bawang punya tempat dalam pengobatan tradisional: untuk pilek, batuk, sampai gangguan pencernaan. Industri kosmetik memakainya untuk perawatan rambut, karena kandungan belerangnya dipercaya menguatkan akar rambut. Sebagian kepercayaan itu sudah ada penelitiannya, sebagian lagi belum.

Di Indonesia bawang tumbuh subur, terutama di Jawa, dan yang umum dikenal cuma empat: bawang merah, bawang putih, bawang bombai, dan bawang daun. Di Amerika dan Eropa ada jenis lain yang sekilas mirip tapi namanya berbeda. Mengetahui macamnya memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman tumbuhan, dan siapa tahu ada satu yang belum pernah kita dengar.

Empat belas jenis bawang

  1. 01Bawang BombaiPaling besar dan paling lembut, tegas waktu mentah dan manis waktu dimasak.
  2. 02Bawang MerahShallot, yang di Indonesia dipakai untuk hampir semua bumbu dasar dan bawang goreng.
  3. 03Bawang PutihSatu umbi berisi banyak siung, pemilik senyawa allicin.
  4. 04Bawang DaunTidak berumbi, daunnya berongga, dipakai sebagai aksen di sup dan tumisan.
  5. 05Bawang PreiBertangkai tebal dan rasanya lebih manis, cocok jadi bahan utama, bukan taburan.
  6. 06Bawang BatakLokio, mirip kucai tapi berbonggol, bumbu wajib masakan Batak.
  7. 07Bawang KucaiDaunnya pipih dan rasanya paling ringan di antara bawang daun.
  8. 08Bawang DayakDari hutan pedalaman Kalimantan, dipakai lebih sering sebagai obat daripada bumbu.
  9. 09Bawang LanangBawang putih tunggal, satu umbi satu siung, rasanya lebih tajam.
  10. 10Sweet OnionBawang manis dari Vidalia, Georgia, cukup manis untuk dimakan mentah.
  11. 11White OnionSepupu bawang bombai yang lebih ringan dan berdaging putih.
  12. 12Pearl OnionBawang mutiara, sebesar kelereng, biasanya dibuat acar.
  13. 13CipolliniBerbentuk cakram pipih seperti piring terbang, kadar gulanya tinggi.
  14. 14Bawang GorengBukan jenis tumbuhan, tapi terlalu sering dipakai untuk tidak ikut dihitung.

01Bawang Bombai

Empat bawang bombai berkulit kuning keemasan di dalam kotak kayu gelap, satu di antaranya sudah bertunas hijau.
Yang bertunas hijau itu tanda umbinya masih hidup. Bawang bombai memang umbi lapis, bukan buah.Foto: Karolina Grabowska, Pexels.

Bawang bombai, atau Yellow Onion, adalah jenis yang paling besar dan paling lembut teksturnya. Nama ilmiahnya Allium cepa, dan meski ukurannya paling besar, rasanya justru paling manis di antara bawang yang biasa dimasak.

Karakteristik

  • Bentuknya seukuran bola golf, dagingnya kuning muda keemasan, kulitnya tipis dan mudah dikupas.
  • Rasanya tegas waktu mentah dan berubah manis waktu dimasak. Itu yang membuatnya jadi bahan masakan yang sangat populer.
  • Tersedia sepanjang tahun, jadi mudah ditemukan di pasar kapan saja.
  • Cocok untuk sup, semur, dan rebusan.

Dalam kari, bawang bombai jadi salah satu bahan utama yang memberi rasa kaya dan aroma harum. Dalam sup ia memberi rasa gurih. Pada French onion soup ia diiris tipis lalu dipanggang atau direbus lama sampai lembut dan manis, dan di situ ia bukan pelengkap melainkan isi utamanya.

Isinya vitamin C, vitamin B6, serat, kalium, dan selenium. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang menopang daya tahan tubuh, vitamin B6 berperan dalam metabolisme.

02Bawang Merah

Setumpuk bawang merah berkulit ungu kecokelatan di atas meja kayu, berlatar langit biru.
Inilah yang di Indonesia disebut bawang merah. Di dunia kuliner internasional namanya Shallot, bukan Red Onion.Foto: Miguel Á. Padriñán, Pexels.

Bawang merah memberi rasa, aroma, dan warna yang khas pada hidangan. Ia juga bergizi: vitamin C dan antioksidannya menopang daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung, seratnya membantu pencernaan. Di luar dapur, sebagian orang memakainya untuk perawatan kulit dan rambut.

Bawang merah yang lazim di Indonesia dinamai Shallot. Ia banyak dipakai di dunia, terutama untuk saus, misalnya mignonette di Prancis. Di Indonesia, selain jadi bumbu, ia paling sering diiris tipis lalu digoreng jadi bawang goreng yang menemani soto dan kari.

Karakteristik Shallot

  • Bentuk dan ukurannya beragam. Varietas barat kecil, ramping, dan ringan, kulitnya tipis berwarna merah muda kejinggaan dengan daging keunguan.
  • Varietas Asia lebih kecil lagi, kadang sangat kecil, dengan daging ungu gelap.
  • Rasanya lebih ringan daripada Red Onion tapi lebih tegas daripada bawang bombai, dengan sentuhan rasa bawang putih yang lembut.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Dipakai untuk bumbu dasar, bawang goreng, taburan mi, kari, bubur, dan telur goreng.

Beda Shallot dan Red Onion

Satu bawang merah besar berkulit ungu tua di atas meja putih, dengan serpihan kulitnya berserakan dan satu potongan di belakangnya.
Red Onion, yang di Indonesia kadang disebut bawang merah besar. Dagingnya tebal seperti bawang bombai, tapi aromanya paling tajam di antara semua jenis bawang.Foto: MART PRODUCTION, Pexels.

Red Onion, atau bawang merah besar, berukuran lebih besar daripada Shallot dan berdaging tebal seperti bawang bombai. Aromanya paling tajam di antara semua jenis bawang, dan rasanya pedas.

Jenis ini terbilang jarang, termasuk di Indonesia. Di Amerika pun pangsanya cuma sekitar delapan persen dari seluruh bawang yang beredar. Ada satu yang unik: Red Onion dari Tropea, Italia, bentuk dan warnanya sama tapi rasanya jauh lebih manis.

Karakteristik Red Onion

  • Ukurannya sebesar bola golf sampai bola kasti, dagingnya merah marun terang, kulitnya tipis tapi gelap.
  • Sangat tegas dan pedas waktu mentah. Waktu dimasak rasanya masih kuat, tapi berubah manis.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Biasanya dipakai sebagai taburan di atas burger, salad, atau pizza.

03Bawang Putih

Satu umbi bawang putih yang sudah terbuka di atas permukaan putih, dengan empat siung terlepas di sekitarnya.
Satu umbi berisi banyak siung. Bentuk inilah yang disebut bulb onion.Foto: Karolina Grabowska, Pexels.

Bawang putih atau Garlic (Allium sativum) sudah dipakai di masakan seluruh dunia selama berabad-abad, dengan aroma khas dan rasa yang kuat. Ia juga yang paling banyak diteliti sebagai obat di antara semua jenis bawang.

Bawang putih mengandung allicin, senyawa yang bersifat antibiotik alami dan membantu tubuh melawan infeksi. Senyawa di dalamnya juga dikaitkan dengan turunnya kolesterol jahat (LDL) dan naiknya kolesterol baik (HDL). Antioksidannya melawan radikal bebas yang merusak sel.

Karakteristik

  • Bentuknya disebut bulb onion: satu umbi bergelembung yang terdiri dari beberapa siung.
  • Rasanya tegas waktu mentah. Waktu dimasak ia menghasilkan rasa lengket dan gurih yang khas.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Dipakai untuk tumisan, sup, sayur, panggangan, saus, dan marinasi.

Aromanya yang kuat punya sisi lain: senyawa belerangnya ikut keluar lewat napas dan keringat berjam-jam setelah dimakan. Soal yang pertama sudah dibahas di dua belas makanan alami pengusir bau mulut, dan soal yang kedua di bakteri penyebab bau ketiak.

04Bawang Daun

Sebuah tangan menggenggam seikat bawang daun segar, pangkalnya putih dan daunnya hijau tua.
Pangkalnya putih cerah, puncaknya hijau gelap, dan tidak ada umbi di bawahnya.Foto: Tamara Elnova, Pexels.

Bawang daun, atau bawang hijau dan scallion, punya rasa segar dan renyah. Nama ilmiahnya Allium fistulosum, dalam bahasa Inggris Welsh onion dan dalam bahasa Jepang bunching onion. Bau dan rasanya sangat mirip bawang bombai, sampai-sampai kedua tumbuhan ini pernah disilangkan jadi hibrida.

Bawang daun tidak membentuk umbi. Yang ada cuma daun yang berongga di tengahnya, dan kata fistulosum memang berarti berongga.

Karakteristik

  • Bagian bawahnya putih cerah, puncaknya hijau gelap. Biasanya dijual per ikat.
  • Rasanya lembut, renyah, dan berair sekaligus. Puncak yang hijau tua rasanya sedikit lebih tajam.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Dipakai di sup, tumisan, sayur, dan adonan telur kocok. Bersama bawang putih dan jahe, ia bahan penting hampir semua tumisan.

Seratnya tinggi, dan itu membantu pencernaan. Ia juga mengandung polifenol seperti flavonoid dan karotenoid yang bekerja sebagai antioksidan, serta vitamin A, C, dan K. Vitamin A menjaga mata dan kulit, vitamin C menopang daya tahan tubuh, vitamin K berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang.

05Bawang Prei

Satu batang bawang prei diletakkan melintang di atas wajan baja berlatar putih.
Tangkainya jauh lebih tebal daripada bawang daun, cukup tebal untuk dipotong besar-besar dan jadi bahan utama.Foto: Toa Heftiba Șinca, Pexels.

Bawang prei (Allium ampeloprasum, dikenal juga sebagai Allium porrum) adalah kerabat bawang daun dengan tangkai yang jauh lebih tebal dan bertekstur lembut. Ia juga disebut bawang perem atau daun bawang prei, dan tumbuh subur di Irak, Etiopia, serta beberapa negara Eropa. Rasanya lebih manis dan lebih mendekati bawang bombai daripada bawang daun biasa.

Tangkainya yang tebal dan panjang membuatnya cocok dipotong besar-besar dan dipakai sebagai bahan utama, bukan sekadar taburan. Di sup, tumisan, atau sajian utama, ia bisa berdiri sendiri.

Isinya serat yang tinggi, vitamin C, K, dan A, serta mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Untuk menanamnya perlu tanah subur, drainase yang baik, dan cukup sinar matahari. Setelah dipanen, ia tahan beberapa minggu di lemari es.

06Bawang Batak

Seikat bawang batak atau lokio dengan daun hijau panjang dan pangkal putih membulat, di atas permukaan putih.
Bonggolnya membulat dan putih. Itu yang paling mudah membedakannya dari kucai.Gambar dari hipwee.com.

Bawang batak atau lokio (Allium chinense) sekilas mirip kucai, tapi bonggolnya sedikit lebih besar, membulat, dan berwarna putih. Daunnya juga lebih lebar dan panjang, dan warnanya lebih gelap: hijau tua bercampur ungu kecokelatan, sementara kucai hijau muda.

Waktu daunnya dipotong atau dihancurkan, keluar aroma segar sekaligus pedas yang khas. Aroma itulah yang dicari masakan tradisional Batak seperti saksang, arsik, dan naniura. Ia juga dipakai di sambal, sup, dan tumisan sayur, atau jadi hiasan hidangan.

Dalam pengobatan tradisional, daunnya dipercaya membantu meredakan batuk dan perut kembung serta meningkatkan nafsu makan.

07Bawang Kucai

Sekelompok daun kucai hijau pipih dengan pangkal putih kecil, dibaringkan di atas permukaan marmer putih.
Daunnya lebih pipih dan lebih tipis daripada bawang daun biasa, dan pangkalnya nyaris tidak berumbi.Foto: Polina Tankilevitch, Pexels.

Bawang kucai atau garlic chives (Allium tuberosum dan Allium ramosum) berbatang ramping dan panjang, dengan daun yang tumbuh rapat di bagian atasnya. Daunnya lebih hijau dan lebih tipis daripada bawang daun. Namanya berasal dari bahasa Hokkian, Kú-chhài, dan di Indonesia ia termasuk jarang dipakai.

Karakteristik

  • Bagian bawahnya kehijauan, puncak daunnya hijau. Yang dijual biasanya cuma daunnya, dan bentuknya lebih pipih daripada bawang daun.
  • Rasanya lebih ringan daripada bawang daun.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Dipakai untuk tumisan, misalnya tumis oncom kucai dan toge.

Di Asia Tenggara kucai jadi bahan penting di capcay, mi goreng, dan pelengkap sup jagung. Rasanya segar dengan sedikit keharuman bawang. Isinya vitamin C, serat, dan antioksidan. Warna hijaunya yang kontras juga membuat hidangan terlihat lebih menarik.

08Bawang Dayak

Seikat bawang dayak dengan umbi merah tua memanjang dan daun hijau panjang, di atas latar putih.
Umbinya merah tua dan memanjang, tidak membulat seperti bawang merah.Gambar dari cairofood.id.

Bawang dayak, disebut juga bawang merah hutan, bawang borneo, atau bawang sabrang, tumbuh di hutan-hutan pedalaman Kalimantan. Nama ilmiahnya Eleutherine palmifolia, dan di luar namanya ia sebetulnya bukan bawang: ia masuk suku Iridaceae, kerabat bunga iris, bukan genus Allium seperti semua jenis lain di daftar ini.

Di kalangan masyarakat Kalimantan, bawang dayak sudah lama jadi bagian dari budaya dan masakan setempat. Ia kaya senyawa antioksidan dan dikenal punya sifat anti-peradangan serta antimikroba. Secara tradisional ia juga dipakai untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek.

Di dapur, bawang dayak dipakai sebagai bumbu untuk hidangan tradisional Kalimantan. Rasanya yang khas membuatnya menarik bagi yang ingin mencoba cita rasa yang berbeda, dan belakangan ia mulai dipasarkan lebih luas ke luar Kalimantan.

09Bawang Lanang

Beberapa bawang putih tunggal berbentuk bulat mulus berjajar di antara umbi bawang putih biasa yang bersiung banyak, di atas anyaman.
Yang bulat mulus itu bawang lanang. Satu umbi cuma berisi satu siung, jadi bentuknya utuh tanpa belahan.Gambar dari orami.co.id.

Bawang lanang, atau bawang putih tunggal, punya satu ciri yang langsung terlihat: satu umbi cuma berisi satu siung. Nama lanang berasal dari bahasa Jawa yang berarti laki-laki atau jantan. Ia banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bentuknya mirip bawang putih biasa tapi lebih kecil dan utuh tanpa belahan. Rasa dan aromanya dikatakan lebih kuat dan lebih tajam. Ia dipakai sebagai bumbu masakan tradisional seperti nasi goreng, soto, dan pecel, atau jadi bahan utama sambal.

Seperti bawang putih biasa, ia mengandung senyawa belerang yang membantu daya tahan tubuh melawan bakteri dan virus, serta antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas. Yang perlu diingat, bawang lanang tidak umum di supermarket. Kalau mau mencarinya, pasar lokal di daerah asalnya tempat yang paling mungkin.

10Sweet Onion

Satu bawang Sweet Onion berkulit kuning muda keemasan, berdiri di atas meja kayu.
Bentuknya meruncing di pangkal dan akarnya, melebar di tengah. Kulitnya tipis dan kuning muda.Gambar dari seriouseats.com.

Sweet Onion, yang lebih dikenal dengan nama Vidalia, adalah bawang manis yang tumbuh subur di kota Vidalia, Georgia, Amerika Serikat. Vidalia adalah varietas bawang manis yang paling umum. Warnanya beragam, dari putih sampai kuning.

Karakteristik

  • Bentuknya meruncing di bagian pangkal dan akarnya, melebar di tengah. Kulitnya tipis dan kuning muda.
  • Rasanya benar-benar manis dan renyah waktu digigit, jadi ia paling cocok dimakan mentah.
  • Ketersediaannya terbatas, biasanya cuma dari akhir April sampai awal September di Amerika.
  • Paling enak dipakai sebagai bahan salad, dipotong lalu dicampur dengan sayuran segar lainnya.

11White Onion

Satu White Onion berkulit putih kekuningan tipis, berdiri di atas meja kayu.
Bentuknya hampir sama dengan bawang bombai. Yang membedakan warna dagingnya yang putih dan rasanya yang lebih ringan.Gambar dari seriouseats.com.

Banyak orang tidak bisa membedakan bawang bombai dan White Onion, karena bentuknya serupa dan warnanya mirip. Padahal keduanya berbeda: aroma White Onion lebih tajam sementara rasanya lebih manis, teksturnya lembut, dan kulitnya tipis. Cara mengolahnya sama dengan bawang bombai.

Karakteristik

  • Ukurannya sebesar bola bisbol sampai bola kasti, dagingnya putih dan lembut, kulitnya cerah dan tipis.
  • Rasanya lebih ringan daripada bawang bombai, cukup ringan untuk dimakan mentah.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Cocok disajikan di salad, diiris tipis pada sandwich, atau ditaburkan di atas pizza.

12Pearl Onion

Semangkuk bawang mutiara putih kecil-kecil berbentuk bulat rapi, di atas meja kayu.
Sebesar kelereng dan bentuknya rapi. Dari situ namanya.Gambar dari seriouseats.com.

Bawang mutiara punya beberapa varietas warna: kuning, merah, dan putih, dan yang putih paling banyak ditemukan.

Karakteristik

  • Bentuknya menyerupai bawang merah biasa, tapi lebih rapi dan membulat seperti mutiara.
  • Rasanya lebih ringan dan lebih manis daripada bawang pada umumnya.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Mengupasnya agak sulit waktu segar, tapi jadi mudah kalau direbus dulu sebentar di air panas. Biasanya dimasak untuk acar dan koktail.

13Cipollini

Setumpuk bawang cipollini berbentuk cakram pipih berwarna kuning pucat di atas talenan kayu.
Bentuk cakram pipihnya yang membuatnya dijuluki bawang piring terbang.Gambar dari seriouseats.com.

Bawang cipollini, kadang ditulis cippolini dan dijuluki bawang piring terbang, juga termasuk Allium cepa. Cirinya bentuk cakram datar yang sedikit kekuningan. Meski penampilannya tidak biasa, rasanya lezat dan manis, dan teksturnya renyah sekaligus sedikit lunak.

Di Italia ia sering dipakai untuk saus, ditumis bersama sayuran lain, atau jadi garnis hidangan daging panggang. Bentuknya yang khas juga membuatnya populer sebagai hiasan. Dulu jenis ini cuma disajikan di restoran mewah, sekarang sudah banyak tersedia di supermarket besar.

Karakteristik

  • Bentuknya mirip piring terbang dan sedikit lebih besar daripada bawang mutiara. Kulitnya kuning pucat.
  • Rasanya sangat manis.
  • Tersedia sepanjang tahun.
  • Mengupasnya sedikit sulit, tapi jadi mudah kalau bagian akarnya dipotong lebih dulu, sama seperti mengupas bawang bombai.
  • Kadar gulanya tinggi, jadi ia bagus untuk tumisan seperti jamur dan kacang.

14Bawang Goreng

Setumpuk bawang goreng berwarna cokelat keemasan di atas tisu dapur.
Bukan jenis tumbuhan, melainkan bawang merah yang diiris tipis lalu digoreng sampai renyah.Gambar dari Wikipedia.

Bawang goreng bukan jenis tanaman bawang. Ia masuk daftar ini semata karena terlalu populer untuk dilewatkan. Dalam kebanyakan hal ia adalah bawang merah yang diiris tipis lalu digoreng sampai renyah dan garing, dan dipakai sebagai pelengkap yang memberi rasa gurih.

Meski sering dikaitkan dengan hidangan Indonesia, bawang goreng sebenarnya ada di mana-mana. Di Asia Tenggara ia jadi taburan mi goreng, nasi goreng, dan semur. Di Eropa ia ditambahkan ke salad atau jadi taburan sup krim. Di Amerika Serikat ia jadi taburan steak dan hot dog.

Membuat bawang goreng sendiri

  • Bersihkan bawang merah dan kupas kulitnya.
  • Iris tipis-tipis sesuai ketebalan yang diinginkan.
  • Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
  • Masukkan irisan bawang merah ke dalam minyak panas.
  • Goreng sampai berwarna kecokelatan dan renyah.
  • Angkat dan tiriskan minyaknya dengan tisu dapur atau saringan.
  • Biarkan mendingin sebelum dipakai atau disimpan dalam wadah kedap udara.

Manfaat bawang bagi kesehatan

  • Melawan kanker. Bawang mengandung vitamin C dan kuersetin, flavonoid dengan sifat antioksidan kuat. Keduanya bekerja bersama melindungi sel, jaringan, dan organ dari radikal bebas yang mendorong penyebaran kanker. Bawang putih juga mengandung senyawa organosulfur yang punya efek anti-kanker.
  • Mengatur gula darah. Senyawa organosulfur dalam bawang berperan dalam pengaturan insulin dan kadar glukosa darah. Bawang juga sumber biotin, vitamin yang penting untuk pelepasan insulin.
  • Menurunkan kolesterol. Kadar kolesterol tinggi dan penumpukan plak di arteri menaikkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Kuersetin dalam bawang menghambat penumpukan kolesterol jahat (LDL) di dinding arteri.
  • Menurunkan tekanan darah. Kuersetin merangsang pelebaran pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan dengan begitu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
  • Membantu metabolisme. Biotin dalam bawang membantu metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Makin tinggi laju metabolisme, makin banyak kalori yang terbakar, baik saat istirahat maupun saat beraktivitas.

Empat belas jenis di atas cuma sebagian dari banyak jenis bawang yang ada. Yang menarik justru ini: bawang bombai, White Onion, Sweet Onion, dan Cipollini, ditambah Red Onion yang dibahas di bagian bawang merah, sebetulnya satu spesies yang sama, Allium cepa. Lima nama yang terdengar seperti lima tumbuhan berbeda ternyata cuma kultivar, sebagaimana semua ras anjing tetap satu spesies.

Kalau tulisan ini menarik, mungkin tujuh jenis telur ayam yang beredar di pasaran juga, karena persoalannya mirip: banyak nama, banyak harga, dan perbedaan yang tidak selalu sebesar yang dikira. Dan kalau penasaran kenapa aroma bawang bisa begitu kuat, jawabannya ada di bagaimana kita mencium bau.

Tulisan berikutnya