Authentic Indonesian Modeof Individual Minds

Bisnis

5 Faktor Paling Menentukan Suksesnya Usaha Rintisan

Bill Gross memeringkat lima faktor dari 200 perusahaan. Yang menang bukan idenya, bukan pula pendanaannya, melainkan yang paling sering dianggap nasib.

Penulis
Abdurrahim
Terbit
23 Oktober 2023
Durasi
10 menit baca
Bagikan

Sejak 2014 jumlah perusahaan rintisan melonjak di banyak sektor, terutama teknologi. Banyak di antaranya didirikan orang-orang muda, dan itu memang yang membuat lonjakannya terasa: bukan cuma jumlahnya, tapi siapa yang mengerjakannya.

Yang jadi kiblat raksasa teknologi seperti Google, Facebook, dan Amazon. Keberhasilan mereka memancing generasi berikutnya mendirikan perusahaan di bidang keuangan, ritel, dan macam-macam lainnya. Sebagian tumbuh besar, sebagian lagi tutup di tengah jalan.

Berapa yang bertahan

Situs smallbiztrends.com pernah memuat angka usaha kecil di Amerika yang mulai pada 2014, lalu dilacak tahun demi tahun.

  • 100%2014
  • 80%2015
  • 70%2016
  • 62%2017
  • 56%2018
Dari yang mulai di 2014, 56 persen masih hidup di 2018. Artinya 44 persen tutup dalam empat tahun. Yang paling berdarah tahun pertama: seperlimanya hilang sebelum sempat berulang tahun.

Pertanyaan berikutnya tentu kenapa. Riset yang sama mendaftar sepuluh sebab yang paling sering disebut para pendirinya sendiri.

  • Tidak ada pasarnya42%
  • Kehabisan uang tunai29%
  • Tim yang tidak tepat23%
  • Kalah bersaing19%
  • Soal harga dan biaya19%
  • Produk sulit dipakai17%
  • Tanpa model bisnis17%
  • Pemasaran yang buruk14%
  • Mengabaikan pelanggan14%
  • Produknya tidak tepat waktu13%
Jumlahnya lebih dari seratus persen karena satu perusahaan boleh menyebut lebih dari satu sebab. Yang teratas bukan soal uang maupun tim, melainkan yang paling mendasar: produknya dibuat untuk pasar yang ternyata tidak ada.

Lima faktor menurut Bill Gross

Temuan itu sejalan dengan yang disampaikan Bill Gross dalam TED Talk-nya. Ia pengusaha sekaligus pendiri Idealab, dan ia memeringkat lima faktor pada 200 perusahaan: seratus dari Idealab sendiri, seratus lagi dari luar.

YouTubeThe single biggest reason why start-ups succeedBill Gross di TED. Enam menit, dan angkanya semua ada di sana.

Yang ia cari satu hal: kenapa sebagian perusahaan meledak dan sebagian lagi mati, padahal dimulai dengan cara yang mirip. Kelima faktor yang ia uji: ide, tim dan eksekusinya, model bisnis, pendanaan, dan ketepatan waktu.

Ia sendiri menduga idenya yang paling menentukan. Hasilnya bukan itu.

  • Ketepatan waktu42%
  • Tim dan eksekusi32%
  • Ide28%
  • Model bisnis24%
  • Pendanaan14%
Seberapa besar tiap faktor menjelaskan bedanya perusahaan yang sukses dan yang gagal.

Ide jatuh ke urutan ketiga. Model bisnis, yang belakangan paling sering dibicarakan, di urutan keempat. Dan pendanaan, yang paling sering dikejar, justru paling kecil pengaruhnya.

Contoh yang ia pakai YouTube. Ketika masalah codec terpecahkan oleh Adobe Flash dan sambungan lebar sudah mencapai separuh rumah tangga Amerika, YouTube muncul tepat di celah itu. Idenya bagus, tapi waktunya yang menentukan, dan ketika dimulai ia bahkan belum punya model bisnis.

Eksekusi sangat penting. Ide juga sangat berpengaruh. Tapi waktu mungkin lebih penting lagi. Cara terbaik menilainya dengan melihat apakah konsumen memang sudah siap menerima produk Anda. Dan Anda harus benar-benar jujur soal itu, karena kalau kita menyukai sesuatu, kita ingin ia berhasil.

Bill Gross

Dari dalam Idealab, yang berhasil karena waktunya tepat antara lain Citysearch, GoTo, CarsDirect, NetZero, dan Tickets.com. Dari luar: Instagram, Uber, Airbnb, YouTube, dan LinkedIn.

Yang bisa dipakai

Ketepatan waktu bukan berarti menunggu keberuntungan. Yang bisa dikerjakan menilai kesiapan pasarnya dengan jujur: apakah orang memang sudah membutuhkan ini, atau kita yang sedang ingin mereka membutuhkannya. Dua hal yang gampang tertukar, terutama oleh yang paling bersemangat.

Dalam ukuran yang jauh lebih kecil, hal yang sama berlaku pada sesuatu yang sepele seperti jam mengunggah konten. Yang menentukan bukan isinya saja, melainkan apakah orangnya sedang ada di sana waktu itu.

Ide tetap perlu, karena tanpanya tidak ada yang bisa dikerjakan. Tapi ide yang dijalankan pada waktu yang tepat hasilnya jauh berbeda dengan ide yang sama pada waktu yang salah. Dan tim yang bisa mengeksekusi menutup jarak antara keduanya.

Untuk yang baru memulai, model bisnis yang terperinci sering bisa menunggu. Yang lebih mendesak memastikan produknya memang dipakai orang; modelnya disusun sesudah itu, ketika sudah ada yang bisa dimodelkan. Soal ini sudah saya bahas terpisah lewat saluran traksi yang perlu dikerjakan lebih dulu.

Pendanaan pun tidak selalu berarti investor. Banyak usaha, UMKM khususnya, berjalan tanpa modal besar, dan yang menentukan justru kegigihan serta pengelolaan uang yang rapi. Sukses yang dibangun tanpa utang memang lebih lambat, tapi juga lebih sulit dirobohkan.

Terakhir, satu faktor yang tidak ada di riset mana pun: berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik. Sesudah semua diusahakan, itu yang tersisa untuk dikerjakan.

Tulisan berikutnya