Authentic Indonesian Modeof Individual Minds

Islami

Alasan Beriman kepada Al-Qur’an dan 4 Bukti Al-Qur’an Terjaga Keasliannya

Kitab lain dijaga dengan cara ditulis saja. Al-Qur’an dijaga dengan empat cara sekaligus, dan itu yang membuat keasliannya bisa dibuktikan.

Penulis
Ustad Farhan Fauzan
Terbit
20 Maret 2025
Durasi
8 menit baca
Bagikan

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw sebagai petunjuk dan rahmat bagi manusia. Di dalamnya terdapat kabar gembira dan peringatan. Bagi orang yang mengimani dan mengamalkannya, dipastikan ia mendapat kebahagiaan. Namun bagi mereka yang menyia-nyiakannya, tidaklah ia dapati melainkan kenelangsaan dan penyesalan.

Seluruh pokok ajaran Islam termuat di dalam Al-Qur’an, dari mulai ibadah sampai muamalah, seluruhnya diulas di dalamnya. Al-Qur’an mengajarkan kita menata hubungan dengan Khaliq, begitu pun dengan makhluk. Al-Qur’an juga menjadi pedoman hidup yang jika ditinggalkan, manusia akan tersesat dan jatuh ke dalam kesengsaraan. Salah satu petunjuknya yang paling sehari-hari adalah soal memilih teman. Siapa pun yang menjaga Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan, kejayaan, keselamatan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Keluhuran Al-Qur’an menuntut kita menampilkan adab dan etika terbaik. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menunaikan kewajiban terhadap Al-Qur’an, dan yang paling utama ialah mengimaninya.

Alasan beriman kepada Al-Qur’an

Ini kewajiban yang paling mendasar. Mengingkarinya menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam kekafiran.

Al-Qur’an adalah firman Allah seluruhnya

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰۤىِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَیۡنَ أَحَدࣲ مِّن رُّسُلِهِۦۚ

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.

QS. Al-Baqarah: 285

Allah menjaga Al-Qur’an dari campur tangan makhluk

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

QS. Al-Hijr: 9

Jaminan ini tidak ada pada kitab lain selain Al-Qur’an, karena memang kitab lain itu terbatas hanya untuk kaum tertentu di masa tertentu, sementara Al-Qur’an berlaku untuk semua manusia, bahkan jin, di semua zaman.

4 bukti Al-Qur’an terjaga keasliannya

Allah menjaga Al-Qur’an dengan cara yang sempurna.

  1. 01Dihafal jutaan kaum muslimin dari generasi ke generasiInilah cara paling mudah membuktikan kebenaran Al-Qur’an. Logikanya, kalau Al-Qur’an pernah diselewengkan, dipastikan hafalan semua orang di dunia ini berbeda. Nyatanya mereka menghafal ayat dan surah yang sama di seluruh dunia.
  2. 02Ditulis sejak Rasulullah masih hidupAl-Qur’an mula-mula disampaikan secara lisan pada masa hidup Nabi Muhammad saw, lalu wahyu yang beliau terima diabadikan dalam bentuk tulisan oleh para sahabat. Prosesnya sangat berbeda dengan penulisan karya sastra pada umumnya, karena melibatkan pengawasan langsung dari Nabi.Selama hidupnya, Nabi memberi petunjuk kepada para sahabat dalam hal penulisan ayat-ayat Al-Qur’an, untuk memastikan teks yang dituliskan sesuai dengan yang diwahyukan kepadanya. Dengan demikian setiap ayat dan surah punya latar belakang historis yang kuat, yang dapat ditelusuri sampai ke masa hidup Nabi.Setelah Nabi wafat, para sahabat yang memegang peranan penting dalam penyebaran Islam juga turut mengumpulkan dan menuliskan Al-Qur’an. Mereka bekerja keras memastikan keselamatan dan pemeliharaan teks suci ini, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa distorsi atau perubahan. Penulisan Al-Qur’an karenanya bukan sekadar proses teknis, tetapi juga bagian dari pengabdian yang mendalam terhadap ajaran Islam.
  3. 03Ditulis tafsirnya oleh para ulama sepanjang zamanAda ribuan kitab tafsir yang bisa kita temukan di sepanjang zaman sebagai fakta historis keotentikan Al-Qur’an yang tak pernah berubah. Metode dan coraknya beragam dan terus berkembang, sehingga mudah bagi umat mengambil pelajaran dan hukum dari Al-Qur’an sesuai penafsiran para ulama. Termasuk di dalamnya penulisan ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an yang juga berkembang dari masa ke masa.
  4. 04Ditulis hukum fikihnya dalam kitab-kitab para ulamaIni juga jadi bukti otentik bahwa Al-Qur’an tidak pernah berubah sepanjang zaman.

Penjagaan sesempurna itu tidak akan kita temui pada kitab suci lain, yang hanya dijaga dengan cara tertulis. Akibatnya terdapat ribuan manuskrip yang semuanya berbeda satu sama lain, belum lagi ayat-ayat yang hilang, bahkan berbagai versi yang berlainan di tiap aliran kepercayaan.

Al-Qur’an adalah petunjuk dan kabar gembira

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.

QS. Al-Isra: 9

Seluruh ayat dan ajarannya adalah kasih sayang

Buktinya, ayat yang pertama kita baca dalam Al-Qur’an adalah:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

QS. Al-Fatihah: 1

Dari sekian banyak nama Allah dalam asmaul husna, Allah memilih dua nama dengan akar kata yang sama, yaitu rahmah, yang artinya kasih sayang.

Maka setiap ayat dalam Al-Qur’an adalah bukti nyata dari kasih sayang Allah kepada kita.

Tulisan berikutnya