7 Persiapan Penting Untuk Menyambut Bulan Ramadan
Ramadan bukan tamu biasa, dan tamu istimewa disiapkan sebelum ia sampai. Tujuh hal yang bisa dikerjakan selagi waktunya masih ada.
- Penulis
- Ustad Farhan Fauzan
- Terbit
- 20 Februari 2025
- Durasi
- 8 menit baca
Persiapan adalah kunci utama untuk menjamin kesuksesan program dan pekerjaan apa pun. Bahkan untuk tugas rutin sekalipun, persiapan tetap punya peran yang tak tergantikan.
Seorang pegawai kantor bersiap setiap pagi dengan mengenakan seragam dan membawa perbekalan sebelum berangkat kerja. Begitu pula petani yang menyiapkan cangkul dan pupuk untuk ke sawah, serta siswa yang menyiapkan tas dan buku sebelum berangkat belajar. Ketika tuan rumah tahu akan ada tamu datang, pasti ia membersihkan rumahnya, mulai dari halaman depan sampai setiap sudut ruangan. Semua itu bentuk persiapan.
Tak ubahnya orang yang bersiap menyambut tamu istimewa, begitulah gambaran kita menyambut kedatangan Ramadan. Kedatangannya patut kita persiapkan dengan matang. Setiap muslim berusaha tampil maksimal menyambut Ramadan, dan semuanya bermula dari persiapan yang baik. Banyak ungkapan menyatakan pentingnya persiapan, sampai dianggap bahwa kalau seseorang gagal bersiap, sama saja ia sedang mempersiapkan kegagalan.
Seorang muslim perlu melakukan persiapan mental, fisik, dan spiritual. Persiapan yang paling penting adalah meluruskan dan menguatkan niat. Niat yang tulus dan ikhlas untuk mencari keridaan Allah SWT harus menjadi landasan dalam setiap persiapan dan pelaksanaan amal kebaikan.
Setelah meneguhkan niat, langkah selanjutnya adalah menjaga hati untuk terus menyemai kebahagiaan dengan kedatangan Ramadan dan menyebarkan kegembiraan kepada sesama. Terkadang tamu biasa tidak selalu membawa kebaikan, bahkan kadang membebani dan mengganggu ketenangan. Berbeda dengan bulan Ramadan, yang bukan tamu biasa. Ramadan tidak sekadar datang, tetapi penuh kebaikan yang melimpah berkah di dalamnya.
Karena itu penting sekali memanfaatkan waktu yang tersisa menuju bulan Ramadan dengan persiapan yang matang. Berikut tujuh di antaranya.
01Siapkan ilmunya
Ilmu merupakan bagian penting dari sah dan diterimanya amal, terlebih ilmu yang berkaitan dengan fikih Ramadan. Jangan sampai puasa dan berbagai ibadah yang kita lakukan kering dan kosong dari kebaikan karena dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan Allah. Adapun cara kita mengetahui kriteria ibadah yang diterima Allah SWT adalah dengan menelusuri ilmu yang disuguhkan para ulama, yang merujuk pada Al-Qur’an dan sunah Nabi-Nya.
02Pastikan tubuh sehat dan prima
Kita perlu asupan nutrisi yang seimbang agar tubuh sehat. Kesehatan tubuh adalah modal utama untuk memperbaiki amal, dan karena itu penting untuk beribadah di bulan suci Ramadan. Kita tidak bisa berpuasa dan salat Tarawih dengan baik kalau tubuh sakit. Jadi jagalah kesehatan tubuh supaya bisa beribadah dengan maksimal.
03Perbanyak saum sunah
Rasulullah saw sering berpuasa sunah, terutama di bulan Syakban. Ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membantu kita menyiapkan diri menjelang puasa Ramadan. Dengan memperbanyak puasa sunah, tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu saat kita memasuki bulan suci.
04Biasakan bangun di sepertiga malam
Bangun untuk melaksanakan kiamulail dan tahajud adalah bentuk pelatihan diri agar kita terbiasa dengan salat Tarawih. Bangun sebelum subuh juga bisa dimanfaatkan untuk bersiap sahur, di samping waktu itu memang waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.
05Luangkan waktu membaca Al-Qur’an
Bagi yang belum terbiasa, cobalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Bagi yang sudah terbiasa, perbanyaklah dan tetap konsisten. Buatlah target harian supaya semakin dalam menghayati firman Allah SWT.
Al-Qur’an memberi petunjuk hidup dan menjadi sumber utama bagi umat Islam dalam beribadah, berperilaku, dan beretika. Ramadan yang disemati sebutan bulan Al-Qur’an menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak membacanya. Maka jalinlah hubungan dengan Allah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai ajang pembiasaan untuk bertemu Ramadan. Semoga Al-Qur’an menjadi syafaat bagi kita semua.
06Perbanyak sedekah dan lakukan terus-menerus
Bulan Ramadan adalah bulan kebaikan. Kedatangannya bisa mendorong orang berbuat baik, baik dalam urusan pribadi dengan Allah maupun untuk orang lain. Saat Ramadan kita juga diminta berzakat, terutama zakat fitrah. Ini menunjukkan perhatian dan ketulusan kita pada sesama, dan persiapan untuk berbuat baik bisa dimulai jauh sebelum Ramadan tiba.
07Jangan lewatkan doanya
Teruslah meminta agar Allah SWT mengizinkan kita bertemu dan menjamu bulan Ramadan dengan amal yang maksimal dan pahala yang sempurna. Di antara bacaan doa yang dapat dipilih adalah:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.
Adapun saat awal memasuki bulan Ramadan, bacalah doa ini:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahu akbar. Ya Allah, jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta membawa taufik yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridai. Tuhan kami dan Tuhan kamu, wahai bulan, adalah Allah.