Akibat Kebiasaan Buruk Menahan Kencing
Sesekali menahan tidak apa-apa. Yang merusak kebiasaannya, dan yang paling sering dikira sebabnya ternyata bukan.
- Penulis
- Abdurrahim
- Terbit
- 28 Oktober 2023
- Durasi
- 9 menit baca
Orang dewasa kencing sekitar empat sampai delapan kali sehari. Angka itu bukan aturan, cuma gambaran: yang banyak minum lebih sering, yang sedikit lebih jarang.
Menahan sesekali tidak merusak apa pun, entah di bioskop, di perjalanan, atau waktu rapat yang tidak bisa ditinggal. Kandung kemih memang dibuat untuk itu. Masalahnya muncul kalau menahan berubah jadi kebiasaan, karena yang berubah bukan satu kali itu, melainkan ototnya.
Cara kerjanya
Kandung kemih kantung berotot yang elastis. Kapasitas nyamannya sekitar 400 sampai 500 mililiter pada orang dewasa, dan kalau dipaksa ia masih bisa meregang lebih jauh.
Sinyal ingin kencing muncul jauh sebelum penuh, sekitar 150 sampai 200 mililiter, kira-kira seperempat isinya. Reseptor regangan di dindingnya mengabarkan ke otak, dan otak memutuskan: sekarang atau nanti.
Kemampuan menunda itu sendiri bagian normal dari tubuh yang sehat. Tidak normalnya kalau ditunda terus-menerus sampai sinyalnya jadi tidak terdengar lagi.
YouTubeIs it bad to hold your pee?Heba Shaheed, TED-Ed. Sumber sebagian besar keterangan di bagian ini.Yang terjadi kalau jadi kebiasaan

Otot yang terus-menerus diregangkan melampaui ukurannya lama-lama kehilangan kelenturannya. Kandung kemih yang begitu jadi kurang bertenaga waktu harus mengerut, dan akibatnya ia tidak lagi bisa dikosongkan sampai habis.
Sisa yang tertinggal itu masalahnya. Air seni yang menetap memberi waktu kepada bakteri yang kebetulan masuk untuk berkembang biak, dan aliran yang biasanya membilasnya keluar jadi tidak pernah tuntas.
Infeksi saluran kemih

Ini kaitan yang paling jelas buktinya. Bukan karena air seninya sendiri kotor, di kandung kemih yang sehat ia bukan sarang kuman. Waktunya yang berubah: bakteri yang masuk lewat uretra biasanya terbilas keluar sebelum sempat menempel. Kalau kencingnya ditunda berjam-jam, kesempatan itu diberikan.
Tandanya
- Perih atau panas waktu kencing.
- Ingin kencing terus, tapi yang keluar sedikit.
- Nyeri di perut bagian bawah.
- Air seni keruh, berbau tajam, atau berdarah.
Perempuan jauh lebih sering kena, dan sebabnya bentuk tubuh: uretra perempuan jauh lebih pendek, jadi jarak yang harus ditempuh bakteri untuk sampai ke kandung kemih juga lebih pendek. Bukan soal kebersihan.
Kalau disertai demam dan nyeri di pinggang, artinya infeksinya sudah naik ke ginjal. Itu tidak bisa ditunggu, dan tidak bisa diobati sendiri.
Batu ginjal, dan seberapa kuat kaitannya

Ini yang perlu saya sebut apa adanya: kaitan antara menahan kencing dan batu ginjal jauh lebih lemah daripada yang biasanya ditulis.
Pembentukan batu jelas ditentukan kurang minum, pola makan, dan bawaan tubuh. Kurang minum membuat air seni pekat, dan mineral yang pekat lebih mudah mengendap jadi hablur. Menahan kencing sendiri belum terbukti jadi penyebab utamanya.
Satu lagi yang sering keliru: batu ginjal tidak selalu harus dioperasi. Sebagian besar batu yang kecil keluar sendiri dengan banyak minum dan obat pereda nyeri. Batu yang lebih besar ditangani dengan gelombang kejut atau alat yang dimasukkan lewat saluran kemih, bukan pembedahan terbuka, kecuali pada kasus yang jarang.
Nyerinya juga bukan di ulu hati. Nyeri khasnya di pinggang, hebat, menjalar ke bawah ke arah selangkangan, dan datang bergelombang.
Satu hal yang harus saya luruskan
Beredar luas daftar yang menyebut bahwa menahan kencing atau infeksi saluran kemih bisa memicu kanker prostat, kanker serviks, kanker rahim, atau kanker kelenjar getah bening.
Itu tidak benar, dan saya tidak menuliskannya sebagai salah satu akibat. Kanker serviks penyebabnya infeksi HPV, yang sama sekali berbeda dan ada vaksinnya. Kanker prostat dan kanker rahim punya faktor risikonya sendiri, dan menahan kencing bukan salah satunya.
Saya menyebutnya di sini bukan untuk berdebat, tapi karena daftar itu banyak beredar, dan orang yang membacanya bisa ketakutan pada sesuatu yang memang tidak ada.
Kebiasaan yang masuk akal
- Kencing waktu terasa ingin, bukan waktu sudah tidak tahan. Sinyal pertama itu yang dimaksud.
- Kosongkan sampai habis. Jangan buru-buru berdiri; tunggu beberapa detik.
- Minum cukup sepanjang hari, bukan sekaligus banyak di satu waktu.
- Untuk pekerjaan yang memang sulit ditinggal seperti sopir, guru, perawat, dan penjaga toko, waktunya perlu disisihkan dengan sengaja.
- Bangun lebih dari dua kali semalam untuk kencing itu bukan hal biasa, dan pantas diperiksakan.