Authentic Indonesian Modeof Individual Minds

Islami · Brand

10 Pilihan Bank Syariah untuk Lebih Berkah

Sepuluh bank yang benar-benar dipakai, lengkap dengan kekurangannya masing-masing. Urutannya pengalaman sendiri, bukan peringkat.

Bank Syariah
Penulis
Abdurrahim
Terbit
23 Desember 2023
Durasi
9 menit baca
Bagikan

Indonesia punya penduduk muslim terbanyak di dunia, jadi wajar kalau pilihan bank syariahnya sekarang lebih dari cukup. Yang berubah beberapa tahun terakhir bukan jumlahnya, melainkan jenisnya: dulu semuanya bank berkantor cabang, sekarang sebagian besar yang baru justru bank digital yang pembukaan rekeningnya selesai dari rumah.

Sepuluh di bawah ini yang saya pakai atau pernah saya pakai. Urutannya bukan peringkat jumlah nasabah, melainkan urutan pengalaman sendiri. Yang saya tulis kelebihan dan kekurangannya, karena itu yang biasanya tidak ada di brosur.

01Bank Syariah Indonesia

Bank syariah terbesar di Indonesia, hasil penggabungan tiga bank pada Februari 2021: Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRIsyariah. Jaringannya yang paling luas di antara semua yang ada di daftar ini.

Pro

  • Jaringan ATM paling luas, dan cabangnya ada hampir di setiap kota.
  • Aplikasinya lengkap: transfer antarbank, isi ulang dompet digital, QRIS, sampai bayar BPJS.
  • Punya kartu kredit syariah.

Kontra

  • Masih terasa kurang mulus, dan cukup sering gagal saat transfer antarbank.

02CIMB Niaga Syariah

Unit usaha syariah dari CIMB Niaga, dijalankan lewat aplikasi yang sama dengan induknya. Dari sepuluh ini, yang paling jarang bikin kesal saat dipakai kerja.

Pro

  • Punya kartu kredit syariah.
  • Aplikasi dan perbankan webnya jarang gagal saat transfer, jadi cocok untuk rekening usaha, bukan cuma rekening pribadi.

Kontra

  • Jaringan ATM belum sebanyak BSI.

03BCA Syariah

Beroperasi sebagai bank syariah sejak 2010, hasil konversi sebuah bank yang dibeli BCA. Nilai utamanya justru datang dari induknya.

Pro

  • ATM-nya menyatu dengan jaringan ATM BCA, yang jumlahnya di mana-mana.
  • Transfer ke dan dari BCA gratis kalau memilih transfer online, bukan BI-Fast.
  • Sangat membantu kalau rekan atau pelanggan kebanyakan memakai BCA.

Kontra

  • Aplikasinya cukup untuk transaksi dasar, tapi belum selengkap BSI atau CIMB Niaga Syariah.

04Jago Syariah

Unit usaha syariah Bank Jago, sepenuhnya digital. Satu aplikasi bisa memuat rekening biasa dan rekening syariah sekaligus, dan uangnya bisa dipisah-pisah ke beberapa kantong.

Pro

  • Buka rekening selesai dari rumah, tanpa datang ke cabang.
  • Aplikasinya paling lengkap dan paling enak dipakai di antara yang digital.
  • Kartu digitalnya bisa dipakai sebagai pengganti kartu kredit, termasuk untuk pembayaran dan langganan dari luar negeri.

Kontra

  • Tidak cocok kalau sehari-hari masih banyak bergantung pada ATM.

05Bank Muamalat

Bank syariah pertama di Indonesia, berdiri 1991. Tidak dimulai dari bank konvensional yang dikonversi, dan itu yang membuat sebagian orang lebih tenang memakainya.

Pro

  • Sederhana, dan riwayatnya paling murni sebagai bank syariah.
  • Aplikasinya cukup lengkap untuk keperluan sehari-hari.

Kontra

  • Jumlah ATM masih terbatas, dan aplikasinya terasa tertinggal dibanding yang lain.

06Bank Hijra

Bank digital syariah yang lahir dari sebuah bank lama yang dibeli dan diganti namanya. Yang membedakannya dari bank digital lain: isinya banyak bahan belajar tentang keuangan dan usaha syariah, bukan cuma fitur.

Pro

  • Aplikasinya mudah dipakai.
  • Ada edukasi perbankan dan bisnis syariah di dalam aplikasinya sendiri.

Kontra

  • Fiturnya belum selengkap Jago Syariah, dan waktu saya pakai belum ada QRIS.
  • Sama seperti bank digital lain, tidak cocok untuk yang bergantung pada ATM.

07BTPN Syariah

Bank syariah yang fokusnya paling jelas di antara semuanya: pembiayaan usaha mikro, terutama untuk kelompok ibu-ibu di daerah. Rekening tabungannya sendiri bisa dibuka siapa saja.

Pro

  • Buka rekening secara daring sangat mudah, tanpa perlu ke cabang.

Kontra

  • Aplikasinya belum selengkap Jago Syariah, agak lambat dimuat, dan waktu saya pakai belum mendukung QRIS.

08BTN Syariah

Unit usaha syariah dari BTN. Karena induknya memang bank yang paling dikenal untuk kredit rumah, di sinilah KPR syariah paling banyak diajukan orang.

Pro

  • Pilihan pertama kebanyakan orang untuk KPR syariah.

Kontra

  • Aplikasinya tidak selengkap BSI atau CIMB Niaga Syariah.

09Bank Aladin Syariah

Bank digital syariah yang juga lahir dari bank lama yang dibeli lalu diganti nama. Kekuatannya di kemudahan, bukan di kelengkapan.

Pro

  • Buka rekening daring gampang dan aplikasinya ringan dipakai.

Kontra

  • Kartunya tidak bisa dipakai untuk pembelian dari luar negeri.
  • Tidak cocok untuk yang sering menarik tunai di ATM.

10Bank Mega Syariah

Bagian dari kelompok usaha CT Corp, beroperasi sebagai bank syariah sejak 2004.

Pro

  • Punya kartu kredit syariah, dan banyak menawarkan KPR syariah.

Kontra

  • Mesin ATM terbatas, dan fitur aplikasinya tidak sekomplet CIMB Niaga Syariah.

Yang lebih kecil

Di luar sepuluh itu masih ada bank pembiayaan rakyat syariah seperti BPRS Al-Salaam, yang jangkauannya jauh lebih sempit. Belum ada aplikasi dan kartu fisiknya, jadi cocoknya untuk menabung jangka panjang, bukan untuk transaksi harian.

Survei Populix yang dikutip TechInAsia menyebut nasabah memakai bank syariah untuk bermacam keperluan: menabung, tabungan haji, deposito, pinjaman, sampai KPR. Yang konvensional masih lebih banyak dipakai, tapi ruang tumbuh bank syariah tetap besar.

Satu catatan yang jujur

Perdebatan soal seberapa jauh bank-bank ini benar-benar bebas riba belum selesai, dan tidak semua orang sampai pada kesimpulan yang sama. Yang bisa disebut dengan aman: kerangkanya sudah ada, lewat Dewan Pengawas Syariah di tiap bank dan fatwa dari Dewan Syariah Nasional MUI. Selebihnya penilaian masing-masing.

Kalau harus memilih satu untuk mulai, pertimbangannya sederhana: kalau masih sering butuh tarik tunai, ambil yang ATM-nya dekat. Kalau hampir semua transaksi lewat ponsel, ambil yang aplikasinya paling jarang gagal. Akadnya sudah sama-sama diawasi; yang membedakan sehari-hari justru dua hal itu.

Tulisan berikutnya